The choise is yours...
Tahun ajaran 2009/2010 sudah hampir selesai, siswa kelas paling buncit mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah sudah sibuk mempersiapkan jurus-jurus ampuh untuk menaklukkan satu sosok yang paling menakutkan itu, ya Ujian Nasioanal.Bukan cuma siswa saja yang lagi sibuk, para guru pun juga ikut pusing memikirkan bagaimana cara menyampaikan materi secara efekstif. Tak ketinggalan pula para orang tua siswa pun juga mewanti-wanti jangan sampai anaknya tidak lulus.
Ujian Nasiaonal memang masih menjadi hal yang menakutkan (bagi saya). Untungnya saya sudah lulus tahun kemaren dengan hasil yang memuaskan untuk siswa seukuran saya. Namun tetap saya ikut merasakan kesibukan menjelang akhir tahun pelajaran. Kali ini saya nga' ikut pusing mikirin ujian nasional, namun pusing menentukan sebuah pilihan. Saya ini cocoknya kuliah dimana ya?
Saya ini memang tipe orang yang memperhatikan detail secara rinci apa lagi kalau sudah menyangkut masa depan. Semuanya harus dipertimbangkan secara matang. Memilih universitas itu nga' semudah membeli buah AC Jakarta yang dijual 2500 per kilogram di pinggir jalan.
Ada berbagai hal yang menjadi pertimbangan bagi saya pripadi yaitu faktor biaya, relevansi dengan minat dan bakat saya, relevansi dengan kemampuan akademins saya, dan restu orang tua. Faktor tersebut kelihatannya sudah jelas bagi saya. Minat saya adalah teknologi informasi dan bahasa inggris. Saya percaya diri mampu menyelesaikan SKS di jurusan tekologi informasi dan bahasa inggris. Pun kedua orang tua mendukung sekali apa yang saya pilih. Jadi saya percaya saya bisa memilih belajar Teknologi Informasi atau Bahasa Inggris.
Masalahnya adalah kesempatan memilih yang semkin sempit karena saya sudah lulus tahun lalu. Jika saya akan lulus tahun ini mungkin pilihan akan lebih banyak. Kebanyakan perguruan tinggi menawarkan penerimaan mahasiswa baru program prestasi maupun beasiswa diperuntukkan untuk siswa yang akan lulus (lulusan 2010).
Tapi bagi saya tak masalah, masih ada pendaftaran jalur umum. Sekarang tinggal mempersiapkan diri belajar sungguh-sungguh untuk menghadapi tes seleksi.
P.S:
Apakah anda merasakan hal yang sama ketika akan masuk perguruan tinggi? Yuk, berbagi pengalaman di kolom komentar :)


Poskan Komentar 8 komentar:
Waktu saya memilih masuk kriminologi (14 tahun lalu....malu udah tua). alasannya hanya karena saya suka serial x-file, yang salah satu pemerannya lulusan kriminologi...wkwkwk... :D
→ astaga.com lifestyle on the net | 24 Februari 2010 14:34
Hati2 jangan sampai ikutan2 trend
→ astaga.com lifestyle on the net | 24 Februari 2010 15:26
maduk peternakan aja kyk sy.
hihi
mantabz lho... *promosi abizzz...
→ astaga.com lifestyle on the net | 24 Februari 2010 23:24
heheh... numapng nimbrung dsini gan....
salam knal dri Pekanbaru.... keep blogging ..:D
→ astaga.com lifestyle on the net | 17 Maret 2010 15:27
eh... perasaan kontes SEO Astaga.com sudah selesai ya gan? masih majang neh.. link kontesnya.. hehehe
→ astaga.com lifestyle on the net | 17 Maret 2010 15:29
wah sama, sekrang yang berpikir ambil jurusan IT ato Bhasa Inggris bukan saya doank...
:)
→ astaga.com lifestyle on the net | 18 Maret 2010 17:56
saya juga susah karena nilai semua kecil tapi syukurlah bisa ikutan tes juga
→ astaga.com lifestyle on the net | 23 Maret 2010 13:16
konsekwensinnya yang terkadang membuat sulit.
→ astaga.com lifestyle on the net | 25 Mei 2011 10:15